Senin, 06 Juni 2011

ML di Kamar Mandi

Pengalaman pertamaku bercinta waktu aku masih berumur 18 tahun. Namaku Inne, tubuhku montok, ukuran dadaku kira2 36B. Tubuhku tinggi dan berwarna cokelat. Kata cowokku sih aku cukup menggairahkan. Dan aku menyukai pujiannya. Aku melakukan seks itu pertama kali dengan cowokku yang keempat. Aku baru berpacaran dengannya kira2 2 bulan. Sebelumnya kami baru sampai batas ciuman sambil raba-raba saja. Dan itu kami lakukan ketika kami sedang dalam perjalanan tour ke lampung dan pelembang dalam acara kampus kami. Kami melakukannya di bangku belakang bus saat semua orang asik tidur. Terkadang kami asik berduaan diteras rumah tempat kami menginap. Kami asik berciuman sambil saling memegang alat kelamin kami masing2. Tapi hanya sebatas itu saja.
Akhirnya penglaman pertama itu terjadi. Setelah hampir 2 minggu kami tidak bertemu, karena liburan akhirnya kami berjanji untuk makan siang bersama. Kebetulan kami tinggal beda kota. Dia kembali ke kota Bandung karena sebentar lagi liburan kampus akan berakhir.
Akhirnya kami bertemu di tempat yang sudah kami tentukan. Kami sengaja memilih tempat duduk yang agak tersembunyi agar bisa melakukan aktivitas dengan bebas. Benar saja, selagi menunggu makanan, dia mulai merangkul ku. Aku pura-pura tiduran di meja supaya aku bisa menutupi tangannya yang mulai menggerayangi toketku. Rasanya nikmat sekali. Dari bawah meja aku juga mulai meremas penisnya. Ternyata sudah tegang duluan. Adegan itu tidask berlangsung lama karena kami harus makan.
Selesai makan, dia mengejutkannku dengan ajakannya. Dia mengajakku main ke tempat kost kakak angkatnya. Kebetulan kakak angkatnya itu mau pergi, jadi cowokku minta ijin untuk mnggunakan kostannya. Aku senang mendengarnya. Karena itu berarti kami bebas berciuman dan berpelukan. Tapi tidak terpikirkan olehku untuk ml.
Sesampainya kami di kostan kakaknya, kami ikut menemani kakak itu menonton sebentar. Kaena rupanya dia baru akan pergi sekitar sejam lagi. aku sempat kesal karena berarti aku dan cowokku belum bebas. Tapi memang namanya nafsu, cowokku bisa saja mengambil kesempatan dalam kesempitan. Sewaktu kakak asik menonton teve, kami yang duduk dibelakangnya (aku tiduran dipangkuan cowokku) mulai asik berciuman. Kembali tangan cowokku meremas toketku. Aku mulai merasa terangsang yang amat sangat. Tanpa kuharapkan, tangan cowokku mulai masuk ke dalam celanaku. Untuk aku mengenakan celana pendek yang tidak terlalu ketat, sehingga tangan cowokku dapat masuk ke selangkanganku dengan mudahnya. Kami asik bercumbu sampai aku benar2 tidak bisa menahan lagi. akhirnya dengan alasan panas, cowokku mengajakku ke teras kamar kostannya. Kami duduk di kursi yang tidak akan terlihat dari dalam kamar. Lalu kami mulai berciuman dan kali ini aku gantian meremas penisnya dengan penuh nafsu. Cowokku juga ngobel memekku dengan penuh nafsu. Entah setan dari mana datang ke dalam diri cowokku, lalu kami ke kamar mandi.
Sialnya, kamar mani yang ada di kostan itu ternyata kamar mandi bersama. Jadi ada kemungkinan bila kami di dalam, akan ketahuan. Tapi rupanya keadaan kostan hari itu sedang sepi sekali. Jadi kami bisa bebas menggunakannya.
Begitu di dalam kamar mandi, cowokku yang sduah horny banget langsung membuka sweaterlu dan celana pendekku. Dia juga langsung membuka kaosnya juga celana pendeknya. Sekarang kami hanya mengenakan pakaian dalam. Aku masih menggunakan tanktop. Dia lansung mengulum toketku dengan penuh nafsu. Di isapnya sampai puas toketku. Bahkan sampai berbekas. Aku mulai mengerang nikmat ketika dia menghisap toketku dengan keras. Sementara kau belum melakukan apapun karena merasa nikmatnya.
Cowokku menarik tanganku hingga ke penisnya. Akupun meremas-remasnya dengan nafsu. Dia juga mengerang nikmat. Dan erngannya mulai membuat nafsuku semakin meningkat. Dia mulai mencium bibirku dengan ganas. Jujur ini merupakan ciumanku yang terganas selama pacaran dengannya. Dia juga memasukkan lidahnya dengan liar ke dalam mulutku. Kami asik berciuman sambil tanganku mengocok-ngocok penisnya dan tangannya meremas kedua toketku dengan kencang. Sambil sesekaki memainkan putingnya. Bibirnya turun menuruni leherku dan membuat bekas cupang di leherku. Untung saja rambutku panjang sehingga dengan mudah dapat kututupi bila keluar dari kamar mandi nanti. Bibirnya mulai menyusuri toketku dan kembali mengulum puting susuku yang sudah mulai menegang. Sementara tanganku masih saja mengocok penisnya. Kami terus mengerang.
Memang saat itu kami belum berani untuk melakukan oral seks, karena aku masih merasa jijik. Lagipula ini terasa spontan sekali. Aku terus mengocok2 penisnya. Sesekali cowokku sengaja melepas penisnya dari tanganku dasn verusaha memasukkan ke dalam memekku yang becek. Tapi susah karena aku berdiri bersandar pada tembok. Akhirnya dia hanya menggesek-gesekkan penisnya di memekku juga perutku. Sambil aku terus mengocokknya. Dia kembali mencium i toketku juga perutku sambil memankan memekku yang semaki becek. Akhirnya aku berinisiatif untuk memasukkan penisnya ke dalam memekku karena aku sudah sangat bernafsu.
Akhirnyaa aku menyuruhnya duduk di closet agar aku dapat naik ke pangkuannya. Berhasil. Memekku hampir masuk, namun posisi kami taidak nyaman. Kahirnya aku naik ke pinggiran bak mandi yang cukup besar itu. Dalam posisi berdiri cowokku memasukkan penisnya ke memekku. Dia berusaha sekuat mungkin. Dan aku mencoba untuk menahan rintihan kesakitannku.
“Aaakh, Yan.. “, desahku lirih. Aku merasakan sakit yang amat sangat karena ini pertama kalinya aku ml. Akhirnya, “bless..” penisnya berhasil masuk ke dalam memekku.
Cowokku mulai bergerak maju mundur mendorong penisnya agar keluar masuk memeku.
“Akh…akh… terus, Yan.. akh..”, perlahan rasa sakitu mulai berkurang berganti dengan kenikmatan. Desahanku semakin kencang seiring semakin kencangnya dorongan penis cowokku.
“akh,, mmm… yes.. enak banget sayang..”, kata cowokku pelan. Diciumnya bibirku lagi, alu dijilatnya telingaku. Begitulah caranya membuatku semakin terangsang. Rupanya memekku semakin becek. Diapun semakin lancar mendorong penisnya.” Memek kamu kenceng banget sayang. Aku mau keluar nih..”
Ak yang panik langsung mendorong tubuhnya yang memelukku. Aku takut dia akan mengeluarkan spermanya di dalam memekku.
“ kenapa?”,tanyanya heran.
“ Udahan yah? Aku taut kebablasan..”, saat itulah aku melihat sebercak darah di penisnya.
Rupanya selaput daraku sudah robek. Aku sudah tidak perawan lagi karenanya. Aku sempat bersedih tapi nikmat yang kurasakan malah membuatku jadi kembali bernafsu. Aku memasukkan penisnya lagi dan aku juga mencoba untukbergoyang maju mundur. Kami sama-sama melakukannya sampai akhirnya aku merasa ingin pipis..
“Aaaaakh….Yan..” Aku tidak sempat megeluarkan penis cowokku dari memekku. Rupanya aku orgasme dan banyak sekali. Aku merasa gemetaran yang amat sangat dan ngilu sekali di memekku. Tapi aku merasakan nikmatnya. Apalagi cowokku sempat tiba-tiba mendorong-dorng penisnya cepat dan kncang sehingga aku tambah merintih ngilu.” Akh..akh.. mmm…aaaaakh…”
Cowokku tiba-tiba menarik keluar penisnya dan mengeluarkan spermanya di closet. Muncrat banyak sekali. “ aaaaaaakh……….” desah cowokku panjang. Dan diapun terkulai lemas di tembok. Aku juga merasakan hal yang sama.
Cowokku menciumku sayang lalu menyuruhku untuk membersihkan diri lalu berpakaian. Setelah selaesai kami keluar dari kamar mandi dan duduk kembali di bangku teras tadi. rupanya kakak sedan menunggu karena ingin menggunakan kamar mandi. Aku sempat khawatir aksi kami akan ketahuan. Tapi cowokku menenangkannku.
Selagi kakak mandi, kami kembali bercumbu di dalam kamar. Tapi tidak sampai berlanjut melakukan hubungan seks lagi.
Ketika kakak selesai berkemas, sayang sekali kami tidak sempat melanjutkan permainan kami di kamar, karena papaku mengirim sms untuk menyuruh aku cepat pulang karena ada perlu.
Sejak saat itu dimanapun ada kesempatan dan tempat kami selalu melakukan hubungan seks, bahkan sampai sekarang. Sudah setaun kami melakukannya. Dan rasanya indah sekali.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar